Kenalan di Facebook, Ketemuan, Eh… Sepeda Motor Malah Dibawa Kabur Si Pujaan Hati

  • Bagikan

KARAWANG – Nasib apes sedang dialami JH, seorang janda 47 tahun, warga Desa Kutakarya Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang, karena ditipu oleh lelaki sang pujaan hati yang baru saja dikenalnya di jejaring media sosial facebook.

Mungkin awalnya JH berharap, jika medsos seperti facebook bisa menjadi perantara jodoh yang selama ini sudah dimimpikannya sejak lama.

Sehingga begitu ada seorang laki-laki di facebook ngajak kenalan, kesempatan itu tidak dilewatkan oleh JH. Namun apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Terkadang kebanyakan ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan.

Setelah merasa cukup berkenalan di facebook, pada Minggu (2/1/2022), sang pria mengajak JH untuk ‘ketemuan’ di sebuah kedai kopi di Kecamatan Rengasdengklok.

Singkat cerita setelah perkenalan itu, si pria mengajak JH jalan-jalan ke arah Karawang Kota untuk makan dan beli buah-buahan, dengan mengendarai sepeda motor milik JH.

Setelah makan-makan di restoran, kemudian si pria mengajak JH untuk membeli buah-buahan di sekitaran wilayah Galuh Mas.

Dengan modus ingin membeli minuman, sang lelaki pujaan hati itu kemudian meminjam sepeda motor JH.

Usut punya usut, JH sepertinya telah menjadi korban pelaku kejahatan dengan modus hipnotis. Pasalnya, bukan hanya sepeda motor milih JH yang dibawa kabur pelaku. Melainkan juga handphone miliknya.

“Dia memakai sepeda motor saya dan mengambil hape saya, sampai saat sekarang enggak balik lagi,” tutur JH, saat menceritakan kronologis kejadian kepada wartawan.

Atas kejadian ini, Kepala Desa Kutakarya, Hendri menyanpaikan rasa prihatin kepada JH. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam saat berkomunikasi dengan orang baru di media sosial.

“Saya turut prihatin dengan kejadian yang menimpa warga saya. Kejadian ini haruslah dijadikan perhatian, berhati-hatilah dalam berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal. Apalagi melalu media sosial,” kata Hendri, saat berkunjung ke rumah JH.

Disampaikannya, kejadian aksi penipuan dengan modus hipnotis tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Rengasdengklok, untuk diproses lebih lanjut secara hukum.

“Kami berharap kepolisian bisa bertindak cepat, dan segera menangkap pelaku,” pungkas Hendri.***

Ket foto : ilustrasi hipnotis (dok.net)

Penulis: Karina/ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *