Baru Diresmikan Bupati, Pondasi Jembatan 10 Miliar Sudah Amblas

  • Bagikan

KARAWANG – Baru saja diresmikan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana sekitar dua minggu lalu pada 29 Desember 2021, pondasi jalan jembatan KW 6 Kepuh Kelurahan Karangpawitan Kecamatan Karawang Barat sudah amblas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi ini menyebabkan pondasi jembatan harus ditutup terpal. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, kini jembatan yang menelan APBD Rp 10 miliar tersebut terpaksa harus ditutup sementara. Sehingga tidak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat (R4).

Pemerhati pemerintahan Asep Agustian SH.MH yang mengecek langsung kondisi jembatan bersama awak media menduga, amblasnya pondasi jembatan KW 6 karena tidak kuat diguyur hujan deras.

Artinya, pemborong jembatan kurang profesional, karena kurang memperhatikan kualitas kontruksi jembatan.

“Katanya, pemborongnya tingkat internasional. Tapi kok baru diguyur hujan saja sudah amblas pondasi jembatan KW 6. Saya pikir pemborongnya ceroboh, karena tidak memperhatikan kualitas kontruksi jembatan,” sindir Asep Agustian SH.MH, saat di lokasi jembatan, Sabtu (15/1/2022).

Dalam persoalan ini, Asep Agustian menegaskan, jika pemborong tidak bisa menyalahkan faktor alam (hujan), atas amblasnya pondasi jembatan. Karena seharusnya faktor alam bisa diantisipasi, jika saja pemborong memperhatikan kualitas kontruksi jembatan.

“Bodoh saja kalau pemborongnya menyalahkan faktor alam. Karena setiap saat pasti akan turun hujan. Ini mah karena kualitas kontruksi jembatannya saja yang buruk,” timpalnya.

Atas persoalan ini, Asep Agustian juga meminta Dinas PUPR Karawang segera menegur pihak kontraktor jembatan KW 6, agar pemborong segera mengevaluasi kualitas kontruksi bangunan jembatan.

Lebih dari itu, praktisi hukum yang kerap disapa Askun ini juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengecek ke lapangan dan memanggil pihak kontraktor. Karena diduga pembangunan jembatan KW 6 tidak sesuai dengan spesipikasi kontruksinya.

“Apapun alasanya, pembangunan jembatan KW 6 sudah menelan anggaran rakyat 10 miliar. Kejaksaan harus bergerak. Cek langsung ke lapangan. Karena saya yakin pasti ada yang janggal dalam hal kualitas kontruksinya,” kata Askun.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan jembatan KW 6 yang memiliki lebar 7 meter dan panjang sekitar 43,50 meter ini sempat mendapat sorotan publik. Karena tingkat kemiringan turunan badan jalan jembatan dianggap membahayakan para pengendara yang melintas.

Selain itu, di setiap pinggir jembatan juga tidak dipasang pagar pembatas. Padahal kondisi tanah dengan kontruksi jembatan cukup tinggi. Sehingga dikhwatirkan dapat membahayakan para pengguna jalan yang melintas.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *