PERADI Dampingi 12 Media Onlie yang Disomasi, 30 Pengacara Disiapkan

  • Bagikan

KARAWANG – Akibat pemberitaan yang diterbirkan sejumlah media online, perihal dugaan penyerangan terhadap Dewan Pembina DPC PERADI Karawang, Nasrun Hantatury SH oleh salah satu oknum pengacara berinisial ‘S’ saat dilaksanakannya peninjauan sementara oleh Pengadilan Agama Karawang beberapa waktu lalu, pemberitaan akhirnya berbuntut somasi terhadap 12 media online yang dilayangkan Kantor Hukum HPK & Associates.

Somasi dilayangkan pertanggal 16 Februari 2022 oleh kantor hukum yang beralamat di The CEO Building, Jln. TB. Simatupang No.18, Lt.12, Jakarta Selatan 12430, dengan didampingi oleh dua puluh penasihat hukum.

Meskipun ada sekitar 30 Media Online yang menerbitkan pemberitaanya, tetapi disomasi tersebut hanya dilayangkan kepada 12 mesia. Diantaranya :
Bukanberita.com
Rakyatjelata.com
Faktanusantara.id
Beritaindonesianews.id
Nuansametro.co.id
Viraljabar.id
Barometermas.com
Mediakota-online.com
Tribunpost.com
Satu-dua.id
Indoshinju.com
Dejurnal.com

Dengan adanya somasi media online ini, DPC PERADI Karawang memberikan bantuan hukum terhadap 12 media online tersebut dengan 30 pengacara handal yang ada di Kabupaten Karawang. Diantaranya :
Tamtomo, SH
Muh. Hamzah, SH
Dede Toyibah, SH. MH
Zulkarnaini, SH, MH
Duljalil, SH
Jamaludin Faisal, SH
Hendra Supriatna, SH, MH
Dadi Mulyadi, SH
Jasman Safputra, SH
Ade Irma Soraya, SH
Irfan Faturahman, SH
Azizah Rahmawati, SH
Endri Mulyono, SH
Muhammad Faisal, SH
Randy Tyas Putranto, SH
Hasan Mukmin, SH
Dandi Laksono, SH
Yaya Taryana, SH, MH
Ferda Siti Menah Sormin, SH
Arif Mulyawan, SH
Geri L.V. Langie, SH
Nenden Eva Nofianti, SH
Wahyu Anggara Putra, SH. MH
Reno Paslah, SH
Ikhsan Noviandi, SH
Iwan Kurniawan, SH. MH
Pontas Hutahaean, SH
Saripudin, SH. MH
Debby Anggara, SH
Doni Kurniawan, SH

Semuanya adalah Advokat/Penasehat Hukum pada Kantor Hukum Muh. Hamzah SH dan Rekan, yang beralamat di Komplek 3 Bisnis Center B-19 Jalan Akses Ringroad RT.007 RW.015 Tanjunpura, Karawang Barat, 41316.

Koordinator penerima kuasa, Muh. Hamzah, SH, saat diwawancarai oleh awak media disela-sela penyerahan surat kuasa dari ke 12 media online mengatakan, somasi adalah hak dari pihak pemberi somasi, karena secara hukum hal itu dibenarkan dan diberi ruang serta dilindungi Undang-undang. Tetapi, somasi bisa seperti pedang bermata dua, di satu sisi adalah hak atau ruang untuk mengekspresikan keberatan atau keluhan mereka.

Tetapi di sisi lain bisa diartikan untuk menakut-nakuti atau mengintimidasi media atau wartawan yang karena dianggap ada celah pidana.

Menurut Muh. Hamzah, dalam perspektif lain, somasi ini bisa diartikan upaya pengalihan fokus masyarakat pembaca, agar lebih memperhatikan perkara somasi ini, daripada perkara pokoknya, yaitu laporan polisi dari saudara Nasrun Hantatury, SH.

“Ujungnya mari kita dorong pihak Polres Karawang untuk menindaklanjuti laporan polisi saudara Nasrun dengan tegas dan transparan, sesuai dengan aturan yang berlaku. Jangan sampai adanya perdamaian di belakang layar,” tutup Muh. Hamzah.***

  • Bagikan
Exit mobile version