Gebyar Festival Kuliner UMKM JKW, Bangkitkan Ekonomi Ditengah Pandemi

  • Bagikan

KARAWANG – Festival kuliner Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) digelar PT. Jasa Kawan Indonesia (JKW), di kawasan Pasar Bersih Galuh Mas Karawang, Sabtu (26/2/2022).

Dengan tema “Menuju Target Secara Nasional dan Go Internasional”, sebanyak 32 peserta memeriahkan festival kuliner UMKM di tengah pandemi covid-19 ini.

Ketua Panitia Festival Kuliner UMKM JKW, Nace Permana menyampaikan, festival kuliner ini berhadiah utama berupa uang pembinaan sebesar Rp 10 juta rupiah.

Untuk juara utama, maka akan menjadi UMKM binaan JKW dan akan dikembangkan produknya menjadi oleh-oleh khas Karawang.

Disampaikan Nace, festival kuliner UMKM ini terinspirasi ketika JKW banyak berkunjung ke luar daerah dan mendapati banyak oleh-oleh khas daerah. Karawang yang memiliki potensi perekonomian sangat banyak, kenapa tidak mulai difokuskan pada pengembangan ekonomi UMKM.

Terlebih di masa pandemi covid-19 seperti saat ini, para pelaku UMKM tentu membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah khususnya, serta umumnya perhatian dari semua perusahaan yang peduli dengan nasib UMKM Karawang.

“Makanya ketika kita suguhkan konsep festival kuliner UMKM ini, CEO Jasa Kawan Indonesia Pak Ali Akbar sangat support dengan kegiatan ini,” tutur Nace Permana, dalam sambutannya.

Ditambahkan Nace, ke depan JKW juga akan memberikan permodalan kepada UMKM yang membutuhkan. Dengan syarat, tentu UMKM tersebut memiliki potensi besar untuk terus berkembangkan.

“Permodalan yang akan kita berikan maksimal 25 juta rupiah, dan itu tanpa bunga. Target lebih besarnya lagi, kita akan gandeng beberapa UMKM potensial untuk memasarkan produknya sampai ekspor, go internasional,” katanya.

“Dan mudah-mudahan festival kuliner ini bisa membantu perekonomian para pelaku UMKM di Karawang ditengah pandemi. Insya Allah ke depan JKW akan terus membantu para pelaku UMKM,” timpal Nace, yang masih merupakan Ketua Umum Lodaya Puragabaya.

Sementara, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyampaikan, potensi ekonomi Karawang memang besar. Sehingga tentunya semua pihak bangga menjadi warga Karawang.

Untuk fokus periode kedua masa pemerintahannya, Cellica mengaku sedang fokus meningkatan perekonomi melalui produktivitas UMKM. Sehingga untuk kembali membangkitkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi, tentu tidak cukup hanya sekedar mengadakan kegiatan festival UMKM.

“Persoalan hulu dan hilirnya harus sesuai.
Hulunya misalnya permodalan. Tapi pemda tidak bisa memberikan permodalan dalam bentuk keuangan, karena sering jadi temuan. Tapi selama ini UMKM kami bantu dalam bentuk alat produksi. Makanya, kita apresiasi kalau JKW mau memberikan pinjaman permodalan UMKM tanpa bunga,” paparnya.

Untuk membangkitkan gairah UMKM, sambung Cellica, sebenarnya pemda sudah menganggarkan sekian miliar. Langkah ini tentu menjadi salah satu bentuk sumbangsih dan kepedulian pemda terhadap UMKM.

Belum lagi ditambah dengan pembinaan UMKM secara gratis hingga pemasaran, sertifikasi halal gratis, hingga pemberian lebel gratis untuk UMKM.

“Kita juga sudah bantu pemasaran produk UMKM untuk bisa dijual di pasar ritel modern, hingga bisa dijual di koperasi-koperasi perusahaan,” paparnya.

Kedua, sambung Cellica, yaitu persoalan hilirnya misalnya di marketing. Jika ditanya apa ciri khas oleh-oleh Karawang, Cellica akan menjawab ‘banyak sekali’. Diantaranya mulai dari beras, telor asin, semprong dan jajanan khas Karawang lainnya.

Namun diakui Cellica, hari ini dari beberapa produk unggulan UMKM Karawang tersebut belum tersentralistik. Sehingga orang masih kebingungan harus mencari oleh-oleh khas Karawang dimana.

“Masalah ini adalah PR kita bersama. Ini PR untuk pemda dan beberapa perusahaan yang selama ini peduli dengan nasih perekonomian Karawang,” tutup Cellica, saat membuka Festival Kuliner UMKM JKW.***

  • Bagikan
Exit mobile version