Tak Ada yang Spesial, Ajang Sopandi Bantah Tidak Sambut Kang Jimmy

  • Bagikan

KARAWANG – Ditemui awak media di lantai dua kantor DPC Gerindra Karawang, Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Ajang Sopandi membantah jika ia tidak menyambut kedatangan  H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) dan relawannya.

Sambil menunjukan bukti voicenot pesan WhatsApp kepada awak media, Ajang mengaku jika rencana kedatangan Kang Jimmy dan relawannya sudah ia umumkan di group WhatsApp Partai Gerindra Karawang.

Namun untuk persoalan tidak hadirnya pengurus dan anggota dewan Partai Gerindra saat Kang Jimmy datang, hal tersebut bukan lagi menjadi urusannya.

Ajang beralasan jika kedatangan Kang Jimmy dan relawannya cukup disambut Bapilu Partai Gerindra Karawang yang mengurus masalah pencalegan. Dan ia mengaku tidak mau membeda-bedakan kepada siapa saja yang ingin bergabung dengan Partai Gerindra.

“Bukan berarti saya tidak menyambut. Tugas KTA, ya Bapilu. Maka Sekretaris Bapilu yang menyambut. Jadi kita di sini tidak membeda-bedakan siapa yang daftar. Kalau kita membedakan, nanti orang lain gak mau daftar ke Gerindra,” kata Ajang Sopandi, saat memberikan klarifikasi, Senin (28/2/2022).

“Berarti kedatangan Kang Jimmy ke kantor Gerindra untuk bergabung dan membuat KTA tidak ada yang spesial,?” tanya awak media lagi.

“Ya sama. Karena saya sudah menugaskan Bapilu,” jawab Ajang Sopandi.

Ajang juga berpendapat, jika buku ‘Kepemimpinan Militer’ yang diberikan Prabowo Subianto kepada Kang Jimmy tidak memiliki arti jika Kang Jimmy harus menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Karawang.

Menurutnya, pemberian buku tersebut merupakan hal biasa yang memiliki arti jika Prabowo Subianto memberikan motivasi kepada Kang Jimmy untuk tidak patah semangat, ketika tujuan dalam berpolitik belum tercapai.

“Artinya bukan merestui (menjadi Ketua DPC Gerindra Karawang), tolong baca dong!. Itu menyemangati Kang Jimmy untuk maju terus pantang mundur, sebagai anak muda jangan putus ada ketika sekarang konstalasi politik belum mencapai menjadi pimpinan Karawang (bupati, red),” kata Ajang.

“Bukan berarti harus mengambil alih di Karawang (mengambil alih Ketua DPC Partai Gerindra Karawang). Kita yang sudah berjasa bertahun-tahun, sekarang beliau (Kang Jimmy) ngomongnya kata Ecan (Sekretaris Bapilu Gerindra Karawang), beliau mau ambil alih. Ya silahkan kalau mau ambil alih (merebut posisi ketua DPC Gerindra Karawang,” timpal Ajang, dengan nada kesal.

Ajang berharap, jika Kang Jimmy memiliki niatan baik untuk membesarkan Partai Gerindra Karawang, maka ia meminta Kang Jimmy untuk melakukan cara yang baik-baik juga.

“Kalau niatnya baik-baik, ya baik-baiklah, gitu kan!. Saya juga jadi bingung kalau begitu,” kata Ajang.

“Tungtung na rek ngobok-ngobok ka batur urusan teh. Kos raja wae hayang disambut. Mun rek daftar mah daftar weh. Saya juga gak enakeun ngadenge na ge, mau diambil alih katanya (Ujung-ujungnya malah mau ngobok-ngobok Partai Gerindra. Seperti raja saja harus disambut. Kalau mau daftar, ya daftar saja. Saya juga tidak enak mendengar omongan seperti itu, mau diambil alih katanya Gerindra Karawang),” tutup Ajang.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *