Nama Cellica-Aep Harus Dijaga, Polisikan saja Kasus Dugaan Penipuan Pengadan Figura!

  • Bagikan

KARAWANG – Jangan sampai ‘nila setitik, rusak susu sebelanga’. Kalimat inilah yang keluar dari mulut Praktisi Hukum dan Pemerhati Pemerintahan Karawang, Asep Agustian SH.MH, saat menanggapi persoalan polemik dugaan penipuan proyek pengadaan figura Bupati dan Wakil Bupati Karawang yang melibatkan mantan oknum tim sukses Cellica-Aep.

Atas persoalan yang semakin gaduh ini, Asep Agustian (Askun) mendesak pihak pengusaha Ade Solihat yang merasa tertipu untuk segera membuat Laporan Polisi (LP), jika yang bersangkutan memang benar merasa ditipu.

Karena jangan sampai, nama baik dan wibawa Cellica-Aep menjadi tercemar lantaran beberapa ulah oknum mantan timses ataupun oknum pejabat Dinas Pendidikan Karawang yang bermain dalam proyek pengadaan figura yang bermasalah ini.

“Selesaikan saja persoalannya secara hukum, kalau memang jalan mediasi tidak bisa ditempuh. Karena kita harus menjaga nama baik dan wibawa bupati dan wakil bupati. Jangan sampai persoalannya semakin gaduh seperti ini,” kata Askun, Rabu (2/3/2022).

Ditegaskan Askun, hari ini sudah tidak ada lagi namanya Timses Cellica-Aep. Karena Cellica-Aep sudah menjadi milik masyarakat Karawang secara umum. Oleh karenanya, nama baik dan wibawa Cellica-Aep harus dijaga.

Terlebih saat ini, Cellica-Aep sedang fokus bekerja membangkitkan kembali gairah ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung.

“Jadi saran saya kepada si pengusaha, sudah polisikan saja perkaranya. Jangan sampai persoalannya melebar ke sana-sini. Sehingga nama Cellica-Aep menjadi jelek,” tegas Askun.

“Hari ini posisinya semua merasa benar. Karena sama-sama tidak ingin disalahkan. Padahal benar itu di mata hukum. Bukan pernyataan masing-masing seseorang,” tambahnya.

“Saya juga ingin menegaskan, kalau dalam perkara ini melibatkan oknum pejabat Disdik, sudah seret saja semuanya ke ranah hukum. Karena oknum-oknum pejabat seperti ini yang hanya menjadi benalu pemerintahan,” timpal Askun.

Untuk diketahui sebelumnya, pengusaha Ade Solihat mengaku tertipu oleh relawan CLBK (Cellica Lanjut Bangkit Kembali), atas proyek pengadaan 10 ribu figura Bupati dan Wakil Bupati yang konon nilainya mencapai Rp 1,5 miliar pada tahun 2021 lalu.

Awalnya, Ade Solihat mengaku yakin dengan proyek pengadaan figura tersebut, karena ada surat penunjukan dari Disdik Karawang yang ditandatangani langsung Kadisdik, Asep Junaedi.

Setelah barang (figura, red) dikirim, setahun berlalu Ade Solihat tak kunjung mendapatkan pembayaran, baik dari Kasubag Umum dan Kepegawaian Disdik Ade Wibawa maupun dari oknum timses CLBK berinisial DI yang menjadi mediator proyek.

Ironisnya, kepada awak media Ade Solihat mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp 160 juta kepada oknum timses CLBK lainnya berinisial AM. Katanya, uang tersebut untuk biaya pelantikan Cellica-Aep pada waktu itu.

Dikutif dari Onediginews.com, Kadisdik Asep Junaedi sendiri membantah, jika ia pernah mengeluarkan surat penunjukan pengadaan barang figura bupati dan wakil bupati yang ditandatanganinya dan distempel resmi Disdik Karawang.

Namun disisi lain beredar surat yang ditandatangani Kasubag Umum dan Kepegawaian Disdik Ade Wibawa, yang menjelaskan bahwa surat tersebut terkait ‘pembayaran’ pengadaan figura bupati dan wakil bupati, serta pengadaan banner ucapan selamat hari raya idul fitri 1442 H yang disatupintukan kepada Ketua CLBK, setelah Korwilcambidik dan Komisariat SMP melakukan terpisah.

Dikonfirmasi terpisah oleh awak media, Ketua Relawan CLBK berinisial DI malah membantah semua pernyataan Ade Solihat yang dianggapnya terlalu melebih-lebihkan.

DI merasa tidak pernah menipu Ade Solihat. Karena katanya, proyek pengadaan figura tersebut sudah dibayarkan kepada Ade Wibawa dan kemudian dibayarkan kepada Ade Solihat.

DI juga menegaskan jika surat rekomendasi pengadaan barang figura dari Kadisdik yang terimanya asli, tidak palsu. Ia pun langsung menunjukan bukti surat Kadisdik di dokumentasi foto di handphone kepada awak media.

“Bukti suratnya ada. Suratnya seperti ini,” kata DI, sambil menunjukan dokumentasi foto surat Kadisdik di handphone-nya.

Di tempat yang sama, Relawan CLBK lainnya AM merasa terpojokan dengan pernyataan Ade Solihat di media masa. Karena seharusnya Ade Solihat melakukan tabayun terlebih dahulu, sebelum berbicara di media.

AM juga mempertanyakan, kenapa Ade Solihat bisa berbicara seperti itu di media masa (tentang proyek pengadaan figura). Sementara beberapa proyek pengadaan lainnya yang menguntungkan 100% Ade Solihat tidak pernah dipublis.

“Adapun mengenai beliau mentransfer ke saya 160 juta atas nama Acim, itu saya bantah, itu tidak benar,” katanya.***

  • Bagikan
Exit mobile version