Sempat Dikabarkan Gantung Diri, Remaja 14 Tahun ini Ternyata Dibunuh Kakak Iparnya

  • Bagikan

KARAWANG – Senin 9 Mei 2022 lalu, remaja berinisial S (14 tahun) ditemukan dalam kondisi tergantung tak bernyawa di bawah jembatan Desa Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur.

S sempat dinyatakan tewas gantung diri, setelah dikabarkan prustasi dimarahi keluarganya. Namun berdasarkan olah TKP dan penyelidikan kepolisian, S ternyata tewas dibunuh kakak iparnya sendiri.

Awalnya, kejadian ini dilaporkan ke Polsek Telukjambe Timur dengan laporan korban tewas gantung diri. Kemudian pihak kepolisian melalukan proses penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa sejumlah. Sejumlah barang bukti juga diamankan polisi saat melakukan olah TKP.

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono mengungkapkan, setelah ditemukan sejumlah kejanggalan di sekitar lokasi korban bunuh diri, serta dilakukan penyelidikan dan penyidikan, polisi menetapkan T bin W yang merupakan kakak ipar korban sebagai tersangka penyebab tewasnya remaja S.

“Kami menetapkan tersangka T yang juga merupakan kerabat dekat atau abang ipar,” ungkap Kapolres, dalam rilisnya, Senin (23/5/2022).

Terungkap, pelaku membunuh korban karena kesal terhadap korban yang selama ini tinggal di rumahnya. Bermula dari korban meninggalkan rumah pelaku, kemudian istri pelaku meminta pelaku mencari korban.

“Kemudian pelaku menemukan korban di bawah jembatan dan terjadi cek-cok. Pelaku memukul wajah korban hingga pingsan dan membenturkan kepala korban ke tembok,” terang Kapolres.

Saat itu, pelaku bingung karena korban tidak sadarkan diri hingga akhirnya pelaku merekayasa peristiwa korban gantung diri, dngan cara menggantungkan korban dengan menggunakan ranting.

“Saat korban tak sadarkan diri, pelaku kebingungan, hingga kemudian terlintas siasat seolah-olah korban meninggal karena bunuh diri. Tersangka lalu mencari tali dan ranting, juga batang pohon, agar korban terlihat gantung diri,” kata Kapolres.

Masih dikatakan Kapolres, pelaku sempat kabur. Namun selang beberapa hari, pelaku berhasil diringkus di tempat persembunyiannya.

“Tersangka kita jerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman 14 tahun penjara,” kata Kapolres.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *