Klarifikasi Asosiasi HRD Soal Pernyataan ‘Kompetensi SDM Karawang’

  • Bagikan
Hendro Iwan Pradipta.

KARAWANG – Asosiasi Human Resource Development (HRD) Kabupaten Karawang mengklarifikasi, terkait pernyataan viralnya tentang ‘Kompetensi SDM Karawang’ yang menjadi penyebab tingginya angkat pengangguran di Karawang.

Sebelumnya, salah satu media online menulis pernyataan Ketua Asosiasi HRD Karawang, Hendro Iwan Pradipta yang menjelaskan, bahwa ada banyak sekali lowongan pekerjaan di Karawang. Namun masalahnya adalah sulit menemukan tenaga kerja yang pas dan sesuai kompetensi. Kondisi ini menciptakan kekosongan tenaga kerja. Namun di sisi lain menambah angka pengangguran di Karawang.

Gunjang-ganjing pernyataan Ketua Asosiasi HRD Karawang tersebut disampaikan pada acara diskusi di Kampus Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang pada Kamis (16/6/2022) lalu.

Ketua Asosiasi HRD Karawang, Hendro Iwan Pradipta menjelaskan, bahwa pihaknya tidak bermaksud mendiskreditkan SDM Karawang. Ia hanya menyampaikan, bahwa berdasarkan Data BPS tahun 2021 tercatat 137.898 pengangguran. Di Kabupaten Karawang banyak lowongan kerja, namun sulit mencari yang berkompeten.

“Makna kompeten yang kami maksud adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencangkup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar kerja yang ditetapkan,” tutur Hendro Iwan Pradipta, saat mengeluarkan pernyataan resminya melalui wawancara video call kepada Redaksi BuBe, Selasa (21/6/2022).

Kegiatan diskusi di Kampus UBP, sambung Hendro, adalah untuk sharing bagaimana mengatasi permasalahan ini. Sehingga kehadiran Asosiasi HRD bisa berguna bagi masyarakat Karawang.

Disampaikannya, Asosiasi HRD Karawang siap menjadi guru tamu dan menjalin kemitraan dengan SMA dan SMK di Kabupaten Karawang untuk menyiapkan SDM yang siap berkompetisi dalam dunia kerja. Pihaknya juga sudah membuat MoU dengan beberapa SMK dalam peningkatan SDM.

Bahkan, Asosiasi HRD telah menjadi bagian dari Tim Vokasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Karawang yang bertugas untuk meningkat Hard and Soft Skill masyarakat Karawang.

“Khususnya untuk para pelajar SMK mungkin baru ini yang bisa kami berikan dan dedikasikan untuk masyarakat Karawang. Semoga ke depan kami bisa meningkatkan dan lebih baik lagi. Sehingga mis-komunikasi dan salah pemaknaan kata diantara kami dan masyarakat tidak akan terjadi lagi,” harapnya.

Dalam persoalan kesalahpahaman ini, Hendro menegaskan perlu diluruskan. Karena jika berbicara kompetensi, maka sebetulnya tidak sama antara orang tersebut pintar atau tidak pintar, bukan itu. Berbicara kompetensi artinya kecocokan antara pekerjaan dengan apa yang dimiliki orang tersebut.

“Saya juga berterima kasih kepada Ketua Kadin Karawang yang sudah memfasilitasi masalah ini. Saya sudah bercerita semua ke beliau, dan beliau juga akan menjadi penghubung kami dengan beberapa pihak yang perlu diklarifikasi,” terangnya.

Kembali diulas Hendro, Asosiasi diundang oleh UBP Karawang kaitan dengan kerjasama yang sinergi terkait dengan peningkatan kompetensi mahasiswa. Karena judulnya demikian, maka Asosiasi HRD berbicara terkait kompetensi yang ternyata di dalam acara tersebut ada wartawan.

“Di akhir acara ada semacam wawancara dengan wartawan. Tetapi harus dilihat konteksnya. Saya berbicara di depan akademisi yang jenjangnya sarjana, bukan SMA atau sederajatnya. Sehingga kalau berbicara kompetensi ini pasti untuk jabatan-jabatan yang menegah ke atas, bukan operator. Kalau berbicara dengan operator saya tidak akan berbicara kompetensi,” teranya.

Terakhir, Hendro meminta kepada awak media untuk meluruskan kesalahpahaman ini. Karena sebetulnya ia tidak memiliki niatan sedikit pun untuk mendiskreditkan warga Karawang.

“Jadi saya minta tolong diluruskan. Intinya sama sekali tidak ada niatan untuk membuat warga Karawang didiskreditkan. Justru ini benar-benar mau membantu warga Karawang supaya bisa lebih berkompetisi di dunia kerja,” tutupnya.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *