Bikin Gaduh Publik, Bubarkan APINDO Karawang

  • Bagikan

KARAWANG – Menanggapi pernyataan Ketua APINDO Karawang, Abdul Syukur dalam rilis di media masa lokal maupun nasioal yang menyatakan bahwa ratusan perusahaan di Karawang hengkang karena faktor terlalu tingginya UMK, LBH Cakra Indonesia meminta APINDO Karawang untuk membuka data secara detail kepada publik atas nama-nama ratusan perusahaan yang hengkang tersebut.

Direktur LBH Cakra Indonesia, Hilman Tamimi mempertanyakan, upaya konkrit apa yang sudah APINDO lakukan dalam mempertahankan perusahaan-perusahaan tersebut agar tidak hengkang dari Karawang.

Kemudian, apa saja upaya APINDO untuk mengatasi dampak atas terjadinya hengkangnya ratusan perusahaan di Karawang.

“Berapa perusahaan yang investasi di Karawang dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Apa upaya APINDO untuk menunjukan kepedulian terhadap pengangguran rakyat Karawang.
Bukankah dalam tupoksinya APINDO berperan dalam perkembangan kehidupan masayarakat,” tanya Hilman Tamimi, dalam rilisnya kepada Redaksi BuBe, Rabu (22/6/2022).

Disampaikannya, Cakra Indonesia menuntut kepada Ketua APINDO Karawang untuk hadir dalam audiensi yang akan digelar pihaknya. Apabila APINDO Karawang tidak hadir dalam ruang diskusi dan tidak memberikan penjelasan, maka Cakra Indonesia akan melakukan beberapa sikap.

Pertama, menyatakan bahwa APINDO Karawang harus dibubarkan, dengan alasan statement yang disampaikan membuat kegaduhan publik Karawang. Karena hal ini menjadi indikator kegagalan APINDO dalam mengawal agenda investasi yang sudah diarahkan oleh Presiden Jokowi, sehingga pernyataan pembubaran ini menjadi sangat relevan.

Kedua, sambung Hilman, APINDO tidak memiliki itikad baik dan tidak punya effort untuk membantu pemecahan masalah pengangguran. Padahal representasi anggota APINDO adalah rata-rata pemutus kebijakan di setiap perusahaan yang seharusnya memiliki power yang kuat untuk memperjuangkan masyarakat Karawang.

“Ketiga, kami meminta dibuka kepada publik aliran dana yang dimiliki APINDO. Apakah sumber dana tersebut ada alokasi untuk kepentingan masyarakat Karawang atau tidak.

Keempat, Cakra Indonesia akan melakukan sweeping ke pabrik-pabrik, baik yang ada di kawasan industri atau zona industri untuk memeriksa seberapa besar masyarakat Karawang terakomodir bekerja.

“Kami akan lakukan hal ini dengan massif. Kami juga akan meminta data-data CSR yang sudah dilakukan setiap perusahaan yang tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat sekitar perusahaan,” katanya.

“Oleh karenanya, kami mengajak kepada LSM, ORMAS, wartawan dan semua elemen masyarakat untuk berpartisipasi
dalam aksi ini. Saatnya kita berjuang untuk kesejahteraan masyarakat Karawang,” tutup Hilman.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *