Isu Karateker PCNU Karawang Menguat, MWC Tunggu Intruksi PBNU

  • Bagikan

KARAWANG – Isu mengenai karateker hasil Konfercab ke XXI PCNU Karawang dianggap semakin menguat. Selasa (5/7/2022), para pengurus MWCNU Karawang berkumpul di salah satu ruko milik mantan salah satu kandidat Ketua PCNU Karawang, di Komplek Grand Taruma Karawang Barat.

Selain kegiatan silaturahmi dan pengajian, kehadiran 22 MWCNU itu juga sekaligus meyakinkan bahwa akan terjadi karateker hasil Konfercab ke XXI PCNU Karawang yang sempat digelar di Ponpes Attarbiyah Kecamatan Telagasari.

“Ini sekaligus menginformasikan kepada 22 MWC yang hadir tentang perkembangan surat PBNU, tentang evaluasi Konfercab ke XXI PCNU Karawang. Tentunya ini menjadi preseden bagi kita warga Nahdiyin tentang surat PBNU itu,” tutur Deden Permana, salah satu mantan kandidat Ketua PCNU Karawang, kepada awak media.

Disampaikan Deden, 22 MWCNU Karawang akan tunduk dan patuh apapun yang akan diputuskan oleh PBNU, terkait evaluasi Konfercab ke XXI PCNU Karawang.

“Tentunya kami 22 MWC akan sami’na wa’atona apapun yang akan diputuskan oleh pimpinan tertinggi kita yaitu PBNU,” katanya.

Kenapa surat evaluasi hasil Konfercab ditunjukan kepada PWNU Jawa Barat, bukan kepada PCNU Karawang?. Menjawab pertanyaan ini, Deden menjawab jika PBNU menjawab surat rekomendasi yang disampaikan oleh PWNU. Dan di surat itu di bawahnya juga ada tembusan untuk pengurus PCNU Karawang periode 2017-2022.

“Jadi surat PBNU tidak akan disampaikan ke PCNU, tetapi ya ke PWNU,” terangnya.

Adapun imbas evaluasi Konfercab PCNU Karawang oleh PBNU, Deden kembali menjelaskan, bahwa PBNU dari segala hal akan menertibkan kepengurusan PCNU Karawang melalui surat selanjutnya.

“Tentunya dalam tahapan organisasi ketika Konfercab itu diangap melanggar oleh PBNU, maka surat rekomendasi itu ya karateker. Dan insha Allah apapun yang akan diputuskan oleh PBNU, kita akan menerima,” katanya, seraya menjelaskan jika ia tidak mengetahui kapan karateker akan digelar. Karena MWCNU Karawang sedang menunggu perkembangan atau surat selanjutnya dari PBNU.

“Kita akan sami’na wa’atona, ketika surat PBNU itu A ya kita akan A. Kalau surat itu B ya kita akan B,” timpal Deden.

Ditambahkan Deden, untuk kepengurusan PCNU Karawang saat ini jelas tidak ada, setelah adanya surat evaluasi dari PBNU.

“Ya nanti ada konfercab ulang. Meskipun di dalam AD/ART nya tidak ada istilah/bahasa konfercab ulang. Tetapi masih memakai bahasa Konfercab ke XXI lagi,” terangnya.

Disinggung mengenai adanya evaluasi Konfercab PCNU Karawang gegara adanya MoU atau kontrak politik antara calon ketua terpilih dengan salah satu parpol, Deden Permana enggan menjawab pertanyaan awak media ini.

“Itu wilayah PBNU yang tidak perlu saya sikapi. Jadi kalau mau nanya itu silahkan ke PBNU. Hahahaha.. gitu ya!,” kata Deden sambil berkelakar kepada awak media.

“Kalau kita enjoy saja. 22 MWC dan para muasis di PCNU Karawang akan menerima apapun surat dari PBNU. Saya kira cukup,” tutup Deden Permana yang juga didampingi mantan Ketua PCNU Karawang lain H. Jenal Aripin.

Ket foto : 22 Pengurus MWCNU Karawang mendokumentasikan diri setelah melakukan pertemuan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *