Cellica atau Pendi, Semua Harus Legowo Jika Budianto Ketua DPRD

  • Bagikan

KARAWANG – Beragam tanggapan bermunculan menjelang keputusan ataupun hasil Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat Kabupaten Karawang. Dan salah satu tanggapannya muncul dari Pemerhati Politik dan Pemerintahan Karawang, Asep Agustian SH.MH.

Menurut Askun (sapaan akrab), siapapun yang akan terpilih sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Karawang, maka kedua kubu pendukung Cellica Nurrachadiana dan Pendi Anwar harus mengakhiri konflik.

Jika tidak, maka situasi konflik Muscab Partai Demokrat dikhwatirkan akan mempengaruhi tatanan dan kinerja eksekutif dan legislatif Karawang. Pasalnya, antara Cellica dengan Pendi merupakan pucuk pimpinan di eksekutif dan legislatif Karawang yang harus selalu menjaga keharmonisan sebagai pimpinan lembaga negara.

“Apa sih artinya sebuah Muscab. Padahal calonnya cuma ada dua yang mereka saat ini sedang menjabat sebagai Bupati dan Ketua DPRD. Keduanya harus menjaga keharmonisan, karena mereka punya tanggungjawab pekerjaan di eksekutif dan legislatif Karawang,” tutur Askun, Sabtu (23/7/2022).

Lebih dari itu, Askun juga berpendapat, Cellica ataupun Pendi yang menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Karawang, maka Anggota DPRD Karawang Fraksi Demokrat, Budianto harus menjadi Ketua DPRD Karawang.

Itu pun jika benar pada Pileg 2019 ada ‘kesepakatan’ di internal partai bahwa Caleg Partai Demokrat dengan raihan suara terbanyak akan menjabat sebagai Ketua DPRD.

Menurut Askun, hal ini harus dilakukan Partai Demokrat Karawang menjelang Pemilu 2024. Karena demi kepentingan mengembalikan marwah partai yang akan memberikan ‘reward’ kepada setiap Caleg yang memperoleh hasil suara terbanyak.

“Kalau Budianto diangkat menjadi Ketua DPRD, saya kira ini akan menjadi motivasi kembali bagi setiap caleg Partai Demokrat Karawang di 2024. Artinya, Partai Demokrat benar-benar memegang komitmen untuk memberikan reward kepada setiap caleg yang memperoleh suara terbanyak di Pileg,” kata Askun.

Menurut Askun, Cellica dengan Pendi merupakan politisi yang sudah sangat mumpuni dalam menyikapi berbagai situasi politik. Sehingga apapun hasil Muscab Partai Demokrat Karawang nanti, maka dalam waktu singkat keduanya akan segera mengakhiri konflik Muscab.

Karena keduanya sadar betul, ada kepentingan yang lebih besar dari pada muscab. Yaitu kepentingan pembangunan Karawang ke depan. ” Ya, saya yakin itu. Karena keduanya bukan merupakan politisi ecek-ecek,” katanya.

Begitupun ketika Budianto menjabat sebagai Ketua DPRD Karawang, Askun berpendapat jika Pendi Anwar tidak mungkin menunjukan sikap politik kekanak-kanakan. Yaitu dimana Pendi Anwar akan tetap patsun terhadap Partai Demokrat.

“Karena saya melihat karir politik Pendi Anwar ini masing sangat panjang. Beliau masih muda dan masih punya peluang besar ke depan untuk naik ke jenjang karir politik yang lebih tinggi,” katanya.

“Kalaupun nanti Budianto diangkat menjadi Ketua DPRD menggantikan Pendi, maka saya pikir tidak akan ada masalah yang terlalu krusial bagi Partai Demokrat Karawang maupun bagi pribadi Pendi Anwar,” tutup Askun.***

Ket foto : Anggota DPRD Karawang Fraksi Demokrat, Budianto.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *