Rebutan Kursi Ketua DPRD Bikin Muscab Demokrat Alot, Ada Nama Ferrari untuk Pilkada 2024?

  • Bagikan

KARAWANG – Perseteruan dan konflik di gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) setiap partai politik biasanya merupakan hal yang wajar. Tetapi ada yang berbeda dengan Muscab serentak Partai Demokrat se-Jabar yang digelar pada 16-17 Juni 2022 lalu di Bandung.

Pasalnya, dari semua DPC Partai Demokrat se-Jabar yang mengikuti prosesi Muscab, hanya DPC Partai Demokrat Karawang yang hasilnya terlihat alot.

Bagaimana tidak, usut punya usut ada isu perebutan jabatan Ketua DPRD Karawang di Muscab Partai Demokrat Karawang. Sehingga sampai saat ini kabar Muscab Partai Demokrat ini masih menjadi ‘hot issue’ di kalangan para pemerhati dan pengamat politik di Kota Lumbung Padi.

Bahkan beberapa pengamat politik lokal Karawang tengah ‘berkelakar’, bahwa hot issue perseteruan di Muscab Partai Demokrat Karawang ini telah mengalahkan isu sekolah roboh maupun isu jalan butut yang belum semua diperbaiki Pemkab Karawang.

Lagi-lagi bagaimana Muscab Partai Demokrat Karawang tidak menjadi hot issue saat ini. Karena pertama, Partai Demokrat tengah menjadi Partai Penguasa di Kabupaten Karawang dengan menguasai posisi jabatan Bupati dan Ketua DPRD Karawang.

Sehingga hasil Muscab Partai Demokrat Karawang bukan hanya sedang ditunggu oleh para kader di internal partai. Melainkan juga sedang ditunggu para politisi parpol lain. Tujuannya jelas, untuk menyusun strategi pemenangan politik menjelang Pemilu 2024.

Kedua, yang lebih menariknya lagi dalam isu perseteruan di Muscab Partai Demokrat Karawang adalah konflik ‘dua raja’ yang sama-sama mencalonkan. Yaitu antara Ketua DPC Demokrat Karawang, Cellica Nurrachadiana yang notabene menjabat sebagai Bupati Karawang, bertarung dengan sekretaris partainya yaitu Pendi Anwar yang masih menjabat sebagai Ketua DPRD Karawang.

“Katanya”, jika Cellica Nurrachadiana menang di muscab, maka posisi jabatan Ketua DPRD Pendi Anwar akan diganti dengan nama Anggota DPRD Karawang Fraksi Partai Demokrat yang lain. Karena sudah bukan menjadi rahasia publik, sebut saja namanya Budiyanto yang pada Pileg 2019 menjadi Caleg Partai Demokrat dengan raihan suara terbanyak.

Karena saat itu, seharusnya Budiyanto yang menjadi Ketua DPRD Karawang. Tetapi sebagai ketua parpol, Cellica Nurrachadiana lebih memilih nama Pendi Anwar untuk menduduki jabatan tertinggi di legislatif Karawang. Sehingga sempat tercium kabar adanya perjanjian jabatan Ketua DPRD Karawang ‘satengah periode ewang’ antara Pendi Anwar dengan Budiyanto.

Hot issue ketiga, Muscab Partai Demokrat Karawang juga menentukan ‘karir politik’ Cellica Nurrachadiana ke depan. Cellica yang sudah tidak bisa lagi mencalonkan Bupati Karawang di Pilkada 2024 karena alasan sudah dua periode menjabat bupati, berbagai macam manuver politik tentu akan dilakukan Cellica Nurrachadiana.

Jika benar Cellica Nurrachadiana akan mencalonkan sebagai Cagub ataupun Cawagub Jawa Barat pada Pilgub 2024, tentu saja posisi jabatan Ketua DPC Demokrat Karawang harus tetap dipegangnya, agar Cellica lebih leluasa mengusulkan rekomendasi partai ke DPP Partai Demokrat.

Atau jika benar Cellica akan mencalonkan sebagai Caleg DPR RI pada Pileg 2024, tentu saja posisi jabatan Ketua DPC Demokrat Karawang juga harus tetap dipegangnya. Karena dikabarkan Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Vera Febyanthy merasa risih, jika di 2024 Cellica Nurrachadiana juga ikut-ikutan nyaleg DPR RI di Dapil Jabar 7.

Sehingga inilah awal kemunculan isu politik Pendi Anwar berani melawan Cellica Nurrachadiana di Muscab Partai Demokrat. Karena katanya, di belakang Pendi Anwar didukung ‘mati-matian’ oleh Vera Febyanthy.

Isu keempat di Muscab Partai Demokrat Karawang yang paling menarik lagi, yaitu adanya kepentingan keluarga besar Cellica Nurrachadiana untuk meneruskan singgasana kekuasaan di Kota Pangkal Perjuangan.

Kabarnya, adik Cellica yaitu Ferrari Nurachadian yang kini masih menjadi kader Partai Perindo digadang-gadang akan maju sebagai Cawabup di Pilkada Karawang 2024. Yaitu dengan disandingkan dengan H. Aep Syaepulloh (Wakil Bupati Karawang) sebagai Cabup-nya.

Karena apapun alasannya, harmonisasi antara Partai Demokrat dengan PKS di Karawang saat ini masih terjaga dengan baik. Sehingga keduanya berniat akan kembali berkoalisi di Pilkada Karawang 2024 dengan menyandingkan H. Aep Syaepulloh dengan Ferrari Nurachadian sebagai Cabup dan Cawabup-nya.***

  • Bagikan
Exit mobile version