Kontroversi Konser Musik di Galuh Mas Ditengah PPKM Level 1

  • Bagikan

KARAWANG – Konser musik bertajuk ‘Pesta Rakyat’ di Lapangan Galuh Mas Karawang mengundang kontroversi. Pasalnya, kegiatan tersebut digelar saat Kabupaten Karawang sendiri masih menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, dari mulai tanggal 2-15 Agustus 2022.

Tokoh masyarakat Karawang, H. Asep Agustian SH.MH sangat menyesalkan adanya kegiatan konser musik yang diselanggarakan Bank BUMN tersebut.

Terlebih, konser musik ini digelar selama tiga hari dengan mengundang artis ibu kota seperti D’masiv, Slank, Kotak, Via Vallen, Inul Darasista, Ungu, Dewa 19, Kangen Band, Nella Kharisma.

Sehingga ribuan pengunjung yang datang tentu tidak akan mampu menerapkan protokol kesehatan, terutama dalam masalah menjaga jarak.

“Yang namanya konser musik gimana sih!. Pasti penonton ngumpul-ngumpul dan saling bersentuhan. Ini kan berbahaya bagi peningkatan covid-19 di Karawang,” tutur H. Asep Agustian SH.MH, Jumat (5/8/2022).

Atas konser musik dengan jualan ‘Pesta Rakyat’ ini, praktisi hukum yang kerap akrab disapa Askun (Asep Kuncir) ini juga menyesalkan pihak Galuh Mas yang memberikan izin.

“Tidak ada pihak yang melarang konser musik, jika kondisi covid-19 di Karawang sudah normal. Ini kan kita sedang PPKM Level 1. Seharusnya Galuh lihat-lihat kondisi dulu kalau mau memberikan izin konser musik,” sindirnya.

Askun juga menegaskan, acara konser musik tersebut lebih banyak mengundang k
mudhorot-nya, dibandingkan dengan manfaatnya. Terlebih, lokasi acara yang digelar Galuh Mas itu tidak representatif.

“Itu bagaimana keamanannya, itu lokasi banyak perkantoran dan perumahan masyarakat. Tentu bakal menganggu aktivitas masyarakat setempat. Apalagi acaranya berlangsung tiga hari,” katanya.

“Kami aneh saja, itu sudah dapat izin aparat Kepolisian belum. Jangan sampai bikin susah aparat Kepolisian setempat. Kasihan Polres Karawang, kalau nanti terjadi apa-apa,” timpal Askun.

Di sisi lain, Askun juga mencurigai adanya agenda terselubung dalam acara konser musik tersebut. Karena diduga ada muatan politik seorang menteri yang ingin maju menjadi calon presiden 2024.

“Jangan sampai mengambil keuntungan sepihak, baik dari bank-nya maupun dari menteri tersebut. Jadi saya minta tolong pak Luhut Binsar Panjaitan, tolong itu bisa dibatalkan, ingatkan menteri tersebut,” tutup Askun.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *