Ini Perubahan Pasar Johar Hingga Dapat Penghargaan Mendag RI

  • Bagikan

KARAWANG – Sejak dikelola pihak ketiga PT. Senjaya Rejeki Mas pada 2010, banyak perubahan yang terjadi di Pasar Johar-Karawang. Yaitu dari mulai kondisi pasar hingga tata kelola pedagang.

Sehingga wajar, jika pada Rabu (31/8/2022) kemarin, Pasar Johar Karawang mendapat penghargaan dari Kementerian Perdagangan RI dalam ajang Anugerah Perlindungan Konsumen 2022 yang dilaksanakan di Hotel Bumi Senyiur Samarinda Kalimantan Timur.

Pada penganugerah tersebut, Kabupaten Karawang kembali menerima penghargaan untuk kategori Pasar Rakyat SNI yang diwakili dan diterima oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Karawang, H. Hanafi Chaniago.

Manager Pengelola Pasar Johar (PT. Senjaya Rejeki Mas), Novit Muhendar menyampaikan, penghargaan perlindungan konsumen berkaitan dengan kenyamanan pedagang dari semua unsur pasar ini tidak lepas dari berkat dukungan dan kerjasama Pemkab dan DPRD Karawang, serta seluruh Asosiasi Pedagang Pasar Johar (APPJ).

Disampaikannya, awalnya Pasar Johar mengikuti Festival Pasar Rakyat se-Jawa Barat pada 2019 yang digelar Disperindag Jawa Barat dengan meraih predikat juara 2.

Selanjutnya di 2021, mewakili pasar tradisional di Kabupaten Karawang, Pasar Johar juga ditunjuk menjadi percontohan ‘Pasar Digitalisasi’ oleh kementrian. Yaitu dimana setiap transaksi pedagang dengan pembeli, pedagang dengan pengelola kaitan dengan retribusi menggunakan ‘Aplikasi Qris’ yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Hingga akhirnya di tahun 2022, Pasar Johar mengharumkan nama baik Karawang karena mendapat penghargaan dari Kementrian Perdagangan RI dengan predikat pasar SNI.

Kenapa Pasar Johar bisa berprestasi?, Novit Muhendar kembali menjelaskan, jika dalam waktu 5 bulan tim verifikasi dari Kementerian Perdagangan RI bukan hanya sekedar mengecek dari segi kebersihan, keamanan, tata kelola pedagang dan perparkiran, hingga sarana dan prasarana Pasar Johar semata.

Melainkan juga tentang sinergitas kerjasama antara pengelola dan aliansi pedagang dengan Pemkab Karawang yang dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Jadi komponen penilaiannya cukup banyak. Bukan hanya berkaitan tata kelola. Melainkan sampai kepada persoalan sarana prasarana seperti MCK yang layak juga dinilai. Tetapi yang lebih penting penilaian sinergitas antara pengelola, asosiasi pedagang dengan Disperindag tadi,” paparnya.

Masih disampaikan Novit, penghargaan skala nasional ini bukan hanya menjadi kebanggaan PT. Senjaya Rejeki Mas sebagai pengelola Pasar Johar. Melainkan juga kebanggan bagi Pemkab Karawang, karena dapat memberikan pembinaan pengelolaan pasar dengan baik.

Sehingga yang tidak kalah penting, sambung Novit, pasar yang memiliki 7 blok dan 600 kios yang baru terisi ini sudah tidak ada lagi persoalan premanisme seperti pungutan liar (pungli) kepada para pedagang. Termasuk pekerja yang dipekerjakan dalam mengelola Pasar Johar ini 99% merupakan warga pribumi.

“Harapan kita mudah-mudahan ke depan tidak hanya Pasar Johar yang bisa seperti ini. Tetapi juga diikuti pasar tradisional lain yang ada di Karawang. Sehingga semua pasar tradisional di Karawang bisa dijadikan barometer pasar nasional,” katanya.

Karena beberapa prestasi ini, Novit kembali menjelaskan, Pasar Johar juga menjadi target studi banding pengelolaan pasar tradisional dari kabupaten/kota lain. Sebut saja seperti salah satu pasar tradisional dari Kabupaten Banyuasin yang sempat melakukan studi banding ke Pasar Johar pada Agustus 2022.

Setelah penghargaan dari Kementrian Perdagangan RI ini, sambung Novit, selanjutnya Pasar Johar sedang mempersiapkan Festival Pasar Rakyat Juara yang digelar Pemprov Jabar di bulan ini.

“Ya, kita sebagai pengelola pasar bersyukur bisa sampai titik pencapaian seperti ini. Kami juga ucapkan banyak terima kasih atas kerja sama semua pihak selama ini. Khususnya kepada pemkab (Disperindag), DPRD, asosiasi pedagang, serta elemen lainnya yang sudah menghantarkan Pasar Johar sampai seperti saat ini,” pungkasnya.***

Ket foto : Sambil menunjukan plakat penghargaan dari Mendag RI, Pengelola dan perwakilan Asosiasi Pedagang Pasar Johar (APPJ) mendokumentasikan diri.

  • Bagikan
Exit mobile version