Tingkat Pengawasan Lemah, DLHK Kembali Panggil Manajemen PT. Pindo Deli II

  • Bagikan

KARAWANG – Kembali bocornya coustic soda milik PT. Pindo Deli Pulp and Paper Mills II dinilai akibat lemahnya pengawasan Pemkab Karawang terhadap izin operasional perusahaan.

Berulang kali kejadiannya hingga mengakibatkan masyarakat menjadi korban harus menghirup gas beracun, lagi-lagi pihak kepolisian yang direpotkan bak pemadam kebakaran.

Padahal di sini persoalannya adalah ketidakpedulian pemerintah (pemkab) dalam hal kurangnya pengawasan setelah rentetan kejadian.

“Tingkat pengawasannya yang kurang, tingkat kepeduliannya yang kurang. Dalam hal ini tanda kutip mau jalan jika ada transpot,” sindir Pengamat Pemerintahan dan Praktisi Hukum, H. Asep Agustian SH.MH, Minggu (18/9/2022).

Menurut Askun (sapaan akrab), bocornya gas coustic soda PT. Pindo Deli II ini sudah empat kali terjadi, yaitu di tahun 2017, 2018, 2020 dan sekarang terjadi lagi di tahun 2022.

Lagi-lagi, di sini masyarakat kecil menjadi korban karena harus mengirup gas beracu hingga dilarikan ke rumah sakit. “Dulu kejadian paling parah di 2018, sampai izin operasional PT. Pindodeli II diberhentikan. Kemudian dibuka kembali karena katanya ada perbaikan,” tuturnya.

“Saya tanya perbaikannya seperti apa?. Kok bisa bocor lagi, sampai kejadiannya berulang-ulang dua tahun sekali. Berarti kan bener tingkat pengawasannya tidak ada,” timpal Askun.

Ironisnya, sambung Askun, bocornya coustic soda PT. Pindo Deli II ini terjadi saat perayaan HUT Karawang ke-389 tahun. Yaitu dimana masyarakat kecil dihadiah gas coustic soda perusahaan.

“Lalu solusi kongkretnya seperti apa. Pemkab jangan hanya bisa sekedar pencitraan di media sosial. Karena ini kejadiannya sudah empat kali,” tanya Askun.

Karena kejadiannya berulang kali, Askun juga meminta Polres Karawang untuk segera menetapkan tersangka atas kejadian ini. Lebih dari itu, Askun meminta Pemkab untuk segera menutup izin operasional PT. Pindo Deli II.

“Karena saya menduga ada faktor kelalaian di kejadian ini. Kemudian, tutup itu izin operasional coustic soda PT. Pindodeli II,” tegasnya.

Minimnya pengawasan terhadap coustic soda PT. Pindodeli II, Askun bependapat jika Pemkab tidak bisa beralasan karena minimnya Sumber Daya Manusia (SDM). Karena persoalan ini merupakan kesalahan pemkab yang terkesan bekerja lelet dari dulu.

“Apalagi sampai hari ini saja ada 26 jabatan yang kosong yang belum juga terisi. Kekosongan jabatan ini hampir dua tahun dibiarkan. Jadi, kejadian di Pindo Deli II ini, Pemkab tidak lagi bisa beralasan minimnya SDM pengawasan,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang kembali harus bekerja maraton untuk mengusut penyebab kebocoran gas klorin PT Pindo Deli Pupl & Paper Mills II.

Pasalnya, kejadian yang meracuni masyarakat Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel tersebut bukan yang pertama, melainkan sudah berulang-ulang.

“Kami terus melakukan rapat koordinasi untuk mengevaluasi hasil temuan di lapangan terkait kasus kebocoran gas klorin PT Pindo Deli Pupl & Paper Mills II. Karena kejadian ini bukan yang pertama, melainkan sudah berulang-ulang. Dan masyarakat Kecamatan Ciampel selalu menjadi korban keracunan,” kata Wawan Setiawan, Kepala DLHK Karawang.

Rencananya, sambung Wawan, DLHK akan memanggil managamen PT Pindo Deli Pupl & Paper Mills II pada Senin (20/9/2022) untuk dimintai keterangan.

“Pagi (Senin, 20/9/2022), pihak pindo deli kita panggil, siangnya akan kita umumkan sanksi yang kami berikan kepada pihak perusahaan,” kata Wawan.

Sebelumnya diberitakan, 36 warga Kampung Cigempol, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Rosela pada Rabu (14/9/2022), karena diduga keracunan gas klorin PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II.***

  • Bagikan
Exit mobile version