Cellica Marah Besar, Coustik Soda Plant Pindo Deli II Ditutup Sementara

  • Bagikan

‘Masyarakat Direlokasi atau Pabrik yang Pindah’

KARAWANG – Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana terlihat kesal dan marah besar, saat mendengar kabar coustik soda plant PT. Pindodeli Pulp and Paper Mills II kembali bocor, sehingga kembali mengakibatkan masyarakat sekitar pabrik dilarikan ke rumah sakit karena menghirup gas beracun.

Saat dimintai keterangan usai menggelar rapat dengan manajemen PT. Pindodeli II di Aula Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang pada Senin (19/9/2022), Bupati Cellica menegaskan bahwa persoalan ini harus berasaskan keadilan, khususnya adil bagi masyarakat.

“Karena ini kejadiannya sudah empat kali. Ini tidak bisa didiemin, bener teu!,” kata Bupati Cellica yang terlihat kesal dengan nada bicara menggebu-gebu kepada awak media.

Karena kejadiannya sudah berulang kali, Bupati Cellica menegaskan, pertama harus ada solusi jangka panjang untuk masyarakat. Entah itu masyarakat sekitar pabrik yang direlokasi atau pabriknya yang dipindahtempatkan.

Dan solusi jangka panjang ini akan dibicarakan atau dirapatkan kembali di Pemkab Karawang dengan mengundang kembali manajemen PT. Pindodeli II pada Rabu (21/9/2022). Yaitu dimana PT. Pindodeli II akan diminta menandatangani pakta integritas.

“Jadi harus ada jarak antara masyarakat dengan pabrik. Jadi kan masyarakat sekitarnya harus direlokasi. Itu solusi yang kami ajukan sampai hari Rabu,”tutur Cellica.

Kedua, sambung Cellica, untuk sementara operasi coustik soda plant PT. Pindodeli II ditutup sampai hari Rabu, sampai manajemen perusahaan mendandatangai pak integritas yang akan diajukan pemkab.

Adapun mengenai PT. Pindo Deli II sedang membeli alat (mesin) coustik soda plant yang baru dan meminta jeda waktu tiga hingga empat bulan ke depan untuk perbaikan, Bupati Cellica berharap tidak lagi terulang kejadian yang sama hingga kurun waktu empat bulan ke depan tersebut.

Jika terjadi hal serupa, Bupati Cellica mengancam akan menutup total operasional coustik soda plant PT. Pindo Deli II. “Katanya dia lagi beli mesin yang rusak itu. Kalau dalam waktu empat bulan ini terjadi lagi, ya sudah kita tutup,” tegas Cellica.

Kembali disampaikan Cellica, solusi atas persoalan ini harus berasaskan keadilan untuk semuanya. Karena pemkab juga memikirkan nasib tenaga kerja/karyawan hingga perekonomian masyatakat yang harus tetap berjalan.

“Karena kita juga berpikir banyak tenaga kerja, perekonomian harus jalan, tetapi mereka harus bertanggungjawab. Jadi sambil nunggu empat bulan sistem pengawasan internal harus lebih kuat,” katanya.

Diharapkan Cellica, PT. Pindo Deli II juga harus lebih bisa memberikan edukasi kepada masyarakat. Apabila sudah mulai tercium bau gas klorin, maka upaya mitigasi harus lebih jelas.

Adapun masalah biaya rumah sakit warga terdampak gak klorin dan kompensasi, Bupati Cellica memastikan bahwal hal itu sudah dilakukan PT. Pindo Deli II. “Tapi kan masalahnya bukan itu. Tapi masa depan nasib masyarakat (jangka panjang, red),” paparnya.

Masih disampaikan Bupati Cellica, selain pengajuan relokasi masyarakat di sekitar pabrik, pemkab juga mengusulkan agar PT. Pindo Deli II memberikan BPJS kesehatan kepada masyarakat. Sehingga ke depan kesehatan 204 Kepala Keluarga (KK) di sekitar pabrik bisa lebih terjamin.

“Karena ini kejadiannya bukan sekali dua kali, bener gak?. Ini kejadiannya sudah empat kali. Dan kami akan melaporkan ini kepada pihak pusat untuk dievaluasi semuanya. Layak atau tidak,” tegas Bupati Cellica yang kembali mengulang pernyataan kebocoran gas klorin PT. Pindo Deli II ini sering terjadi.

“Jadi ini yang akan dibicarakan hari Rabu. Mereka akan membuat pakta integritas. Kami juga akan mengundang pak Kapolres dan ibu kajari, agar ke depan mereka lebih waspada dan lebih hati-hati,” tutupnya.

Sementara, Humas PT. Pindo Deli II, Andar Tarihoran engan memberikan komentarnya kepada awak media usai mengikuti rapat di DLHK. Dengan alasan ingin makan siang, Andar menghindari kejaran awak media untuk dimintai keterangannya.

“Sorry… Sorry, saya ingin makan siang,” singkatnya, sambil menghindari kerumunan awak media.***

Ket foto : Bupati Cellica didampingi Kepala DLHK Karawang, Wawan Setiawan memberikan keterangan pers usai menggelar rapat.

  • Bagikan
Exit mobile version