Dualisme PCNU Karawang, H. Jenal Aripin Terpilih sebagai Ketua NU Lewat Konfercab Ulang

  • Bagikan

KARAWANG – Dualisme kepemimpinan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karawang akhirnya terjadi.

Setelah digelar Konfercab ke-XXI PCNU Karawang di Pondok Pesantren Attarbiyah Kecamatan Telagasari pada 26 Maret 2022 lalu, yang memilih KH. Nandang Qusyaeri dan KH. Ahmad Ruhiyat Hasbi sebagai Rois
Syuriah dan Ketua Tanfidziyah periode 2022-2027, atas perintah PBNU melalui Surat Keputusan (SK) Nomor : 07/PB.01/A.II.01.45/99/08/22, perihal Penunjukan dan Pengesahan Karateker PCNU Karawang tertanggal 24 Agustus 2022, ‘Konfercab ulang’ ke-XXI PCNU Karawang juga digelar di Pondok Pesantren Asshidiqiyah pada Sabtu (12/11/2022) kemarin.

Konfercab ulang PCNU Karawang ini sendiri telah menyepakati KH. Zubair Wasith dan H. Jenal Aripin sebagai Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Karawang periode 2022-2027.

“Mudah-mudahan apa yang kita ikhtiarkan itu membuahkan sebuah karya yang bermanfaat buat NU Kabupaten Karawang ke depan. Tentu dukungan itu amat sangat kami butuhkan,” tutur H. Jenal Aripin, dalam sambutannya setelah terpilih sebagai Ketua PCNU Karawang Periode 2022-2027 hasil Konfercab Ulang.

Di tempat berbeda, KH. Ahmad Ruhyat Hasbi bersama pengurusnya terpantau berkumpul di kantor PCNU Karawang untuk menyikapi digelarnya Konfercab Ulang PCNU Karawang di Ponpes Asshidiqiyah.

Kamaluddin Abdullah, mantan Sekretaris PCNU Karawang menyatakan, bahwa karateker dan panitia konfercab ulang tidak pernah menginjakan kaki dan berkomunikasi  dengan pengurus PCNU dan MWCNU yang sah (yang memiliki SK).

Kemudian, MWCNU yang hadir di konfercab ulang juga tidak sah, karena tidak memiliki surat mandat yang ditandatangan Rois, Khatib, ketua dan sekretaris menurut aturan main AD/ART organisasi.

“Justru kita mempertanyakan, itu MWCNU yang hadir di konfercab Asshidiqiyah MWCNU yang mana?. Apakah kehadiran mereka membawa surat mandat yang sah,” tanya Kamaluddin Abdullah.

Menurutnya, udangan konfercab juga seharusnya disampaikan H-5 sebelum penyelenggaran dengan berkas-berkas lengkap yang akan dibahas di konfercab. Karena konfercab merupakan agenda putusan tertinggi dalam organisasi Nahdatul Ulama tingkat cabang, bukan merupakan rapat biasa.

“Konfercab itu agendanya yang pertama adalah mempertanggungjawabkan laporan kepengurusan sebelumnya. Kedua, membahas agenda kerja 5 tahun ke depan mau seperti apa. Ketiga, harus ada bathsul masail. Keempat, adanya rekomendasi-rekomendasi untuk menjawab tantangan kepengurusan ke depan,” katanya.

“Ini konfercab roundown acara juga tidak ada. Saya menilai ini mah acara muludan, bukan gelaran konfercab PCNU,” sindirnya.

“Ya, kita lihat saja apakah PWNU akan mengeluarkan rekomendasi atas penyelenggaraan konfercab yang menurut kami cacat hukum ini,” timpal Kamaluddin Abdullah.

Di kesempatan yang sama, secara singkat KH. Ahmad Ruhyat Hasbi menegaskan, bahwa ia bersama kepengurusannya tetap akan menjalankan program kerja PCNU Karawang hasil Konfercab ke-XXI di Ponpes Attarbiyah. Pasalnya, sampai saat ini rekomendasi PWNU Jawa Barat atas hasil Konfercab di Attarbiyah tidak pernah dicabut.

“Ya, kami bersama kepengurusan yang lain akan berjalan seperti biasanya tanpa dipengaruhi oleh gelaran konfercab ulang hari ini. Karena sampai hari ini rekomendasi PWNU belum pernah dicabut,” tuturnya.***

Ket foto : H. Jenal Aripin dan KH. Zubair Wasith, Ketua Tanfidziyah dan Rois Suriyah terpilih Konfercab Ulang PCNU Karawang (kiri-kanan).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *