Sekda : Diusahakan Tidak Ada DP atau Booking Fee di Pasar Proklamasi

  • Bagikan

KARAWANG – Meskipun sempat mendapatkan perlawanan dari para pedagang, tetapi penertiban dan pembersihan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar lama Rengasdengklok oleh aparat gabungan berakhir kondusif.

Akhirnya petugas gabungan berhasil mengosongkan dan memindahkan lapak dagangan milik PKL untuk dipindah ke Pasar Proklamasi Rengasdengklok, Rabu (16/11/2022).

Di lokasi penertiban, Sekda Karawang, Acep Jamhuri mengatakan, bahwa PT. Visi Indonesia Mandiri (VIM) sudah menyerahkan ke pihak pemda atas persoalan para pedagang yang tidak mau pindah.

Disampaikan Sekda, sebenarnya sebelum ini pihak pemda sudah meakukan operasi di Pasar Lama Rengasdengklok dan menindaklanjuti dengan surat edaran pemindahan. Bahkan pemda juga sebelumnya juga sudah menyediakan tempat bagi para pedagang.

“Sekarang, hari ini permasalahanya adalah katanya untuk uang booking fee Rp 500.000 dan DP sebesar 30%, dan itu kita usahakan tidak ada. Jelasnya masuk saja dulu ke sana (Pasar Proklamasi), karena di sana ada penampungan sementara untuk Pedagang Kaki Lima. Nanti akan ditata dimana tempatnya sambil berjalan,” kata Sekda Acep.

Menurutnya, lahan Pasar lama Rengasdengklok ini adalah tanah milik pemda dan akan dibangun taman yaitu Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pemerintah Daerah Karawang ingin melihat Rengasdengklok ini menjadi lebih indah ke depan.

“Ya memang katanya melihat aspek harga, sebenarnya itu kan masih harga yang lama. Karena kami pihak pemda nanti akan memfasilitasi dengan berkordinasi dengan pihak-pihak Perbankan, untuk bagaimana mereka nanti. Karena kita lihat bagaimana perkembangannya, sekaligus kita juga akan meramaikan pasar yang di sana (Pasar Proklamasi, Red). Jadi ini sebagai satu titik central pasar dan pusat keramaian termasuk juga sebagai pusat para pedagang sayuran, buah-buahan dan sebagainya,”  jelasnya.

Lebih lanjut Acep Jamhuri menuturkan, untuk tahap pertama Pemda bergerak pada hari ini dengan penertiban. Kemudian dari keputusan para pedagang, mereka ada yang meminta toleransi satu sampai tiga hari kedepan. Sedangkan untuk yang lainya mereka para pedagang sudah siap menempati di lokasi yang baru.

“Pihak pemda juga nanti akan membantu untuk memberi kemudahan, termasuk nanti kita juga akan pantau, dikhawatirkan nanti ada yang BI Ceking atau apa, agar diketahui bagaimana skenario pasar itu harus maju dan masyarakat bisa mencicil. Sehingga nantinya bisa menjadi hak milik sendiri dengan legalitasnya resmi,” terangnya.

Adapun perihal permintaan para pedagang yang meminta kompensasi, pihak pemda hanya akan memberikan kemudahan-kemudahan untuk para pedagang yang akan pindah ke Pasar Proklamasi. Termasuk nanti terminal juga akan dipindahkan ke sana.

“Dan perihal kompensasi itu, sekarang kan sudah bukan lagi PT. Kaliwangi. Sehingga ini sudah tidak ada lagi korelasinya dengan PT Kaliwangi,” tandasnya.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *